Search Tki Di Singapura. Sementara jika merujuk pada data TKA di beberapa negara, Hanif mengambil contoh Singapura yang satu per lima warga di sana adalah TKA Impian Ciputra untuk Ubah Nasib TKI Jadi Entrepreneur Soal TKI Ilegal, Gubernur NTT: Kalau Sukses Syukur, jika Tewas Dikubur Selama 11 Bulan, 104 TKI Ilegal Asal NTT Meninggal di Malaysia Mengintip Kontes Ratu Kecantikan bagi TKI di
Sumberdaya manusia yang tersedia di RI justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sektor industri.
Selainsibuk mengirimkan ribuan tenaga kerja ke luar negeri, Indonesia juga banyak menarik minat pekerja asing untuk masuk. Ironisnya kerap ditemukan kasus tenaga kesehatan asing yang masuk Indonesia dengan membawa kepentingan sendiri.
Medanbisnisdailycom-Medan. Jika suatu Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) atau perusahaan maupun tenaga kerja konstruksi, baik itu pelaksana, perencana dan pengawas, yang sedang mengerjakan suatu proyek konstruksi namun tidak mengantongi sertifikat kompetensi konstruksi, bisa dihentikan. Hal itu merupakan amanat UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi pada, yang menegaskan semua pihak
Untukmewujudkan tenaga kerja yang kompeten merupakan tanggung jawab bersama antara asosiasi perusahaan maupun pengusaha dengan pemerintah - Nasional - Okezone Nasional
TRIBUNNEWSCOM, JAKARTA --Praktisi pendidikan Syahrial Yusuf mengatakan bahwa lemahnya kompetensi tenaga kerja Indonesia merupakan persoalan serius yang mendesak dan perlu dibenahi.
. ”Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia. Untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, Syarif menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industri nasional. ”Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu,” ujarnya. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya manusia SDM yang terampil sesuai kebutuhan industri untuk menghadapi pasar bebas ASEAN. ”Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Apalagi mengingat jumlah penduduk yang sangat besar sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya,” ujarnya. Dia menjelaskan pihaknya telah menyusun target program pengembangan SDM industri pada tahun ini. Pertama, tersedianya tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten sebanyak orang. Kedua, tersedianya SKKNI bidang industri sebanyak 30 buah. Ketiga, tersedianya Lembaga Sertifikasi Profesi LSP dan Tempat Uji Kompetensi TUK bidang industri sebanyak 20 unit. Keempat, meningkatnya pendidikan dan keterampilan calon asesor dan asesor kompetensi dan lisensi sebanyak 400 orang. Kelima, pendirian tiga akademi komunitas di kawasan industri. ”Industri tekstil dan produk teksktil TPT merupakan salah satu sektor yang telah merasakan manfaaat dari pelaksanaan program Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three in one, yaitu pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja,” kata dia. Menurut Saleh, seiring dengan meningkatnya kinerja industri TPT, terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor padat karya tersebut. Tidak saja pada tingkat operator, tetapi juga untuk tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4. Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil STTT Kementerian Perindustrian yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun. Untuk memenuhi sebagian permintaan atas tenaga kerja tingkat ahli bidang TPT, maka sejak 2012 Kemenperin menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang bekerja sama dengan STTT Bandung, PT APAC Inti Corpora dan asosiasi, serta perusahaan industri tekstil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
banyak tenaga kerja ri tak kompeten